Tetanus : Sejarah, Pengertian dan Penyebabnya

by yusri on June 18, 2011

penyakit tetanus Tetanus adalah penyakit menular disebabkan oleh kontaminasi luka dari bakteri yang hidup di tanah. Bakteri Clostridium tetani adalah organisme penyebab penyakit tetanus yang mampu hidup bertahun-tahun di tanah dalam bentuk spora. Bakteri ini pertama kali diisolasi pada tahun 1899 oleh S. Kitasato ketika ia sedang bekerja dengan R. Koch di Jerman. Kitasato juga menemukan toksin tetanus dan bertanggung jawab untuk mengembangkan vaksin pelindung pertama melawan penyakit tetanus.

Tetanus terjadi ketika luka menjadi terkontaminasi dengan spora bakteri. Infeksi akan berlangsung ketika spora menjadi aktif dan berkembang menjadi bakteri gram positif yang berkembang biak dan menghasilkan toksin yang sangat kuat (racun) kemudian mempengaruhi otot. Spora tetanus ditemukan di seluruh lingkungan, biasanya di tanah, debu, dan kotoran hewan. Lokasi yang biasa bagi bakteri untuk masuk ke tubuh oleh luka tusuk, seperti yang disebabkan oleh paku berkarat, pecahan, atau gigitan serangga.

Wasapadai Penyakit Tetanus : Bagaimana Patofisiologi Tetanus?

Tetanus membuat kejang otot tidak terkendali, kadang-kadang disebut kejang mulut. Dalam kasus yang berat, otot-otot yang digunakan untuk bernapas bisa kejang, menyebabkan kekurangan oksigen ke otak dan organ lain yang mungkin bisa mengakibatkan kematian.

Penyakit pada manusia adalah hasil dari infeksi luka dengan spora bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini menghasilkan toksin tetanospasmin yang bertanggung jawab untuk menyebabkan tetanus. Tetanospasmin mengikat saraf motorik yang mengontrol otot, memasuki akson (filamen yang memanjang dari sel-sel saraf), dan perjalanan dalam akson sampai mencapai tubuh saraf motorik di sumsum tulang belakang atau otak (proses transportasi intraneuronal disebut retrograde). Kemudian toksin bermigrasi ke dalam sinaps (ruang kecil antara sel-sel saraf penting untuk transmisi sinyal di antara sel saraf) di mana ia mengikat ke terminal saraf presynaptic dan menghambat atau menghentikan pelepasan neurotransmitter inhibisi tertentu (glisin dan asam gamma-aminobutyric).

Karena saraf motorik tidak memiliki hambat sinyal dari saraf lainnya, sinyal kimia pada saraf motorik dari otot semakin intensif, menyebabkan otot untuk memperketat kontraksi terus-menerus atau kejang. Jika tetanospasmin mencapai aliran darah atau pembuluh limfatik dari situs luka, dapat disimpan di banyak terminal presynaptic berbeda sehingga efek yang sama pada otot lain.

Related Posts

  1. Penyebab Tetanus – Bakteri Clostridium Tetani
  2. Pengobatan Tetanus Serta Pencegahannya
  3. Gejala Tetanus : Kaku dan Kejang Otot
  4. Vaksin Tetanus
  5. Imunisasi Tetanus Toksoid
  6. Influenza – Sejarah dan Penyebabnya

Cara Cepat Hamil

{ 8 comments… read them below or add one }

diev April 14, 2013 at 8:51 am

yah,, musti hati” biar g ush kna tt. barusan ada ttgga yg kna, ksihn bngt ampe gak bs grak n ngmong…:-( n lg btuh trapi yg lma bt pulih

Reply

Lina March 5, 2013 at 6:40 pm

Makanan apa yang tidak boleh dimakan ketika kita terserang clostridum tetani?

Reply

tips kesehatan November 5, 2012 at 7:41 pm

penjelasan lengkap tentang tetanus..
thanks infonya :)

Reply

Arizta Nova Anestya FORZA February 16, 2012 at 4:38 pm

penyakit tenanus ini jarang sekali bisa di sembuhkan, untuk satu kali berobat sangat mahal,

Reply

Lina March 5, 2013 at 6:45 pm

tapi tak selamanya begitu, butuh ketekunan dan kesabaran.. jangan pesimis dulu…
apapun penyakitnya, PASTI ada obatnya.. Allah yang menjaminnya
Tapi kan masih ada obat herbal yang mash bisa dijangkau harganya..

Reply

simon January 10, 2012 at 1:43 pm

karena penyakit tetanus yaitu penyakit menular

Reply

Raizta Novha Forzane February 16, 2012 at 4:32 pm

orang yg menderita tetanus harus ada d ruang gelap, bener nggak sich

Reply

Lina March 5, 2013 at 6:42 pm

kan bakteri clostridum tetani akan berkembang jika banyak mengandung sinar matahari

Reply

Leave a Comment