Gejala Tetanus : Kaku dan Kejang Otot

by yusri on June 18, 2011

gejala tetanus Gejala tetanus terjadi ketika Bakteri Clostridium tetani menginfeksi tubuh. Seperti yang kita ketahui bahwa Bakteri Clostridium tetani sebagai penyebab tetanus menyerang melalui kontaminasi luka dari tanah, debu, kotoran hewan, dan sebagainya. Jika terdapat luka dan diperkirakan telah terkontaminasi, perlu diperhatikan gejala tetanus apakah orang tersebut terinfeksi atau tidak.

Ciri ciri dari tetanus adalah kekakuan dan kejang otot. Jika hal ini terjadi pada seseorang yang diperkirakan terkontaminasi (misalnya beberapa hari yang lalu menginjak paku) perlu dikhawatirkan bahwa orang tersebut terserang gejala tetanus. Pada tetanus umum, keluhan awal mungkin termasuk lekas marah, kram otot, sakit otot, kelemahan, atau kesulitan menelan yang biasanya terlihat.

Kejang Sebagai Gejala Tetanus Umum

Selain kejang otot trismus atau kejang mulut juga merupakan gejala tetanus yang paling umum. Kondisi ini hasil dari kejang otot-otot rahang yang bertanggung jawab untuk mengunyah. Senyum sinis (atau dalam istilah medis/kedokteran disebut sebagai sardonicus risus) adalah fitur karakteristik yang dihasilkan dari kejang otot wajah dan merupakan gejala tetanus khas pada kejang mulut.

Kejang otot yang progresif mungkin termasuk karakteristik melengkungkan bagian belakang yang dikenal sebagai opisthotonus. Kejang otot kadang cukup kuat untuk menyebabkan tulang untuk istirahat dan sendi untuk terkilir. Pada kasus yang lebih parah dapat melibatkan kejang pita suara atau otot yang terlibat dalam pernapasan. Jika hal ini terjadi, kematian tanpa bantuan medis (ventilasi mekanik dengan respirator) sangat mungkin terjadi. Pada kondisi ini perlu dilakukan kegawatdaruratan medis yang cepat dan tepat.

Kasus tetanus cephalic selain menimbulkan gejala kejang mulut, kelemahan setidaknya satu otot wajah lain terjadi. Dalam dua-pertiga dari kasus ini, penyakit tetanus umum akan berkembang. Pada tetanus lokal, kejang otot terjadi pada atau dekat lokasi cedera. Kondisi ini juga dapat berkembang menjadi tetanus umum. Infeksi tetanus juga dapat ditularkan kepada janin yang disebut neonatal tetanus. Gejala neonatal tetanus identik dengan tetanus umum. Pada kasus ini, neonatus memiliki kemampuan mengisap yang sulit dibandingkan yang normal atau kesulitan menelan.

Related Posts

  1. Penyebab Tetanus – Bakteri Clostridium Tetani
  2. Pengobatan Tetanus Serta Pencegahannya
  3. Tetanus : Sejarah, Pengertian dan Penyebabnya
  4. Vaksin Tetanus
  5. Imunisasi Tetanus Toksoid
  6. Jenis Gejala Epilepsi Yang Diketahui

Cara Cepat Hamil

{ 5 comments… read them below or add one }

ruspita yanti June 9, 2013 at 2:01 pm

terimakasih atas infonya :)

Reply

imam andriawan December 18, 2012 at 10:37 am

slain paku ma pecahan penyebab lain tetanus apa, gigitan nyamuk ngga termaksud juga??? soalx bnyk d kampung saya yang mengalami kaku terhadap otot-ototnya pi biasa rang kampung bilang cikungunya

Reply

tips kesehatan November 5, 2012 at 7:47 pm

gejala tentanus,perlu penanganan yang lebih serius…

Reply

Frandianoez. October 23, 2012 at 5:27 am

kenapa sih tetanus bisa menyebabkan kejang-kejang?

Reply

agus doanx September 15, 2012 at 5:10 pm

sya kan dulu ter tusuk paku n luka nya sudah smbuh.bener gx seh kta tmen saya kaki sya ni smbuh tp hnya bgian luar ya doanx bgian dlm nya engga n akan lama2 membusuk_ bener gx tuh.? jawb ych..

Reply

Leave a Comment