Tahapan Reaksi Kimia dari Sintesis Protein

by syakur on May 20, 2012

sintesis protein Sintesis protein merupakan bagian penting yang perlu diketahui jika kita ingin mempelajari mengenai protein. Bagaimana tidak, terdapat lebih dari 30.000 gen di setiap sel tubuh kita, dimana secara teoritis akan dibentuk pula sejumlah besar protein sel yang berbeda. Pembentukannya sendiri melalui beberapa peristiwa kimiawi. Penjelasan tahapan dari sintesa protein tersebut sebagai berikut.

Tahap Penggabungan dengan ATP

Semisalkan reaksi awal diwakili oleh tiga asam amino terpisah AA1, AA2, dan AA20. Tahapan sintesis protein yang pertama adalan setiap asam amino tersebut akan diaktifkan oleh suatu proses kimia yang menggabungkan ATP dengan asam amino untuk membentuk suatu kompleks adenosin monofosfat dengan asam amino, sehingga melepaskan dua ikatan fosfat berenergi-tinggi pada proses tersebut.

Tahap Pembentukan Kompleks Asam Amino dengan RNA

Dari proses awal penggabungan ATP, sintesis protein berikutnya adalah pembentukan suatu kompleks asam amino dengan RNA. Asam amino yang telah diaktifkan, yang memiliki kelebihan energi, kemudian akan bergabung dengan RNA transfernya yang spesifik untuk membentuk suatu kompleks asam amino-tRNA dan pada waktu yang sama melepaskan adenosin monofosfat. Adenosin monofosfat adalah bentuk pecahan dari ATP, dimana ketika ATP tersebut dipecah dapat langsung menghasilkan adenosin monofosfat dan pirofosfat. Selain itu adenosin monofosfat dapat diperoleh melalu pemecahan ADP dimana akan menghasilkan satu ion fosfat dan adenosim monofosfat.

Pembentukan Rantai

RNA transfer yang membawa kompleks asam amino kemudain berkontak dengan molekul RNA messenger di dalam ribosom, tempat antikodon RNA transfer melekat sementara pada kodon spesifiknya di RNA messenger sehingga mengatur asam amino dalam rangkaian yang tepat untuk membentuk suatu molekul protein. Kemudian, dalam pengaruh enzim peptidil transferase (sebagai salah satu protein dalam ribosom), ikatan peptida dibentuk di antara asam amono berikutnya, sehingga makin menambah panjang rantai protein. Peristiwa kimia ini membutuhkan energi dari tambahan dua ikatan fosfat berenergi tinggi, sehingga, secara total, empat ikatan berenergi tinggi digunakan untuk setiap penambahan asam amino ke dalam rantai protein. Jadi, sintesis protein merupakan salah satu proses yang paling membutuhkan energi di dalam sel.

image source: http://commons.wikimedia.org

Baca Juga

Perubahan Pada Metabolisme Protein

Metabolisme protein adalah metabolisme yang berasal dari asam amino yang sumbernya dari asam itu sendiri. Dalam total keseluruhan asam amino yang [...]

Uji Protein Menentukan Positifnya Suatu Makanan

Uji protein bisa disebut sebagai uji biuret yang berarti suatu cara untuk memberikan hasil yang jelas terhadap senyawa-senyawa yang dipercaya memiliki [...]

Jenis dan Struktur Protein

Jika ingin mempelajari bagaimana metabolismenya di tubuh, ada baiknya sebelum itu kita harus mengenal terlebih dahulu bagaimana struktur protein. Zat ini [...]

Protein

Protein merupakan senyawa polimer organik yang berasal dari monomer asam amino yang mempunyai ikatan peptida. Istilah protein berasal dari bahasa Yunani [...]

Mengenal Langkah dan Metode Analisis Protein

Analisis protein dapat dilakukan melalui dua macam metode. Metode pertama dikenal dengan nama metode Kualitatif yang terdiri atas; reaksi Xantoprotein, reaksi [...]

Manfaat Protein Nabati bagi Tubuh

Protein nabati merupakan salah satu jenis zat yang sering sekali dikonsumsi oleh manusia. Bisa dikatakan jenis ini tidak kalah populer dibanding [...]

Cara Cepat Hamil

{ 2 comments… read them below or add one }

tips kesehatan October 22, 2012 at 8:49 pm

gitu ya >>>

thanks infonya :)

Reply

informasi August 20, 2012 at 10:33 am

makasi infonya :)

Reply

Leave a Comment