Inisiasi Menyusui Dini (IMD)

by syakur on May 27, 2012

inisiasi menyusui dini Inisiasi menyusui dini (IMD) merupakan permulaan seorang bayi menyusu pada ibu secara dini. IMD diyakini menyukseskan pemberian ASI eksklusif serta menyelamatkan nyawa bayi baru lahir berusia di bawah 28 hari. Jika bayi diberi kesempatan menyusu yang didahului dengan melakukan kontak kulit antara ibu dan bayinya, setidaknya dalam 1 hingga 2 jam pertama, maka sekitar 22% nyawa bayi berusia di bawah 28 hari dapat diselamatkan.

Mengapa Inisiasi Menyusui Dini Dianjurkan

Inisiasi menyusui dini ternyata memiliki kelebihan yang luar biasa yang selama ini kurang diketahui oleh masyarakat bahkan mungkin belum terlalu disadari oleh beberapa tenaga medis. Ternyata dengan melakukan IMD hubungan seorang bayi dengan sang ibu menjadi lebih dekat. Pada jam-jam pertama kelahiran ibu dan bayi dapat berinteraksi secara langsung jika melakukan kontak kulit. Bayi akan menunjukkan kemampuanya untuk merangkak menuju ke payudara ibu dan menyusu dengan sendirinya jika sudah siap. Kontak antara kulit ibu dan bayi segera lahir akan menjadi sangat penting bagi kehidupan bayi selanjutnya. Perasaan tenang, ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi menjadi faktor yang memicu pengeluaran hormon oksitosin ibu yang berfungsi untuk merangsang pengeluaran ASI dari payudara. Selain itu hormon oksitosin juga dirangsang oleh hentakan kepala bayi ke dada ibu, sentuhan tangan bayi di puting dan payudara ibu, serta jilatan dan hisapan bayi pada payudara ibu.

Tahap IMD

Inisiasi menyusui dini memiliki lima tahapan. Tahap pertama berlangsung dalam 30 hingga 45 menit pertama dimana merupakan masa penyesuaian peralihan dari keadaan dalam kandungan ke luar kandungan dan merupakan dasar pertumbuhan dari rasa aman yang dirasakan bayi terhadap lingkungannya. Tahap kedua terjadi antara 45 hingga 60 menit pertama dimana bayi akan menggerakkan mulutnya seperti ingin minum. Bayi akan mencium bau cairan ketuban yang ada di tangannya dimana baunya sama dengan cairan yang dikeluarkan oleh payudara ibu. Tahap berikutnya dalah pengeluaran air liur yang menandakan bayi mulai menyadari ada makanan. Tahap keempat adalah bayi mulai bergerak ke arah payudara dan diikuti dengan tahap terakhir dimana bayi akan mulai menyusu dan melekat baik pada ibu.

Tips Terkait IMD

Melakukan program IMD tidak hanya terkait sesaat setelah kelahiran, namun mengenai persiapan sebaiknya juga disiapkan ketika masa kehamilan. Sebelum atau selama masa kehamilan, sebaiknya sudah mulai mencari referensi mengenai program ASI eksklusif serta tata laksana menyusui secara benar sehingga program IMD yang dilakukan nanti bisa dilaksanakan berkelanjutan hingga program ASI eksklusif. Selain itu, seorang ibu hamil didampingi dengan pasangan atau keluarganya sering untuk melakukan konsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai bagaimana keuntungan ASI dan menyusui, tata laksana menyusui dengan benar, serta mengenai IMD. Dan hal lain yang tidak boleh diabaikan adalah dukungan dari pihak lain seperti keluarga, tenaga kesehatan, serta rumah sakit atau rumah bersalin dalam mendukung keberhasilan program inisiasi menyusui dini.

Related Posts

  1. Tentang Ibu Menyusui
  2. Pentingnya Gizi Ibu Menyusui
  3. Kebutuhan Makanan Ibu Menyusui
  4. Hentikan Merokok demi Kesehatan Ibu dan Anak
  5. Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan
  6. Budayakan Menjaga Kesehatan Sejak Dini

Cara Cepat Hamil

{ 1 comment… read it below or add one }

tips kesehatan May 28, 2012 at 8:31 am

wawh ternyata IMD itu penting,namun belum banyak masyarakat yang tahu

thanks infonya
:)
sangat membantu

Reply

Leave a Comment